Kamis, 17 Mei 2012

Masyarakat Hendaknya Membangun Kebersamaan dan Kekompakan

 Di alam sana, Bapak TNI, almarhum Jenderal Besar Sudirman dapat tersenyum lega. Hal ini disebabkan semua jerih payah perjuangan dan pengorbanannya bersama seluruh anggota laskar, anggota BKR maupun para Mujahidin telah dinikmati oleh rakyat Indonesia, yaitu kemerdekaan.
Tentunya sejarah panjang ABRI dan sejarah panjang meraih kemerdekaan tidak akan lekang dimakan usia. Karena sejarah berdirinya NKRI  tidak terlepas dari pilar kokoh penopang-nya, yaitu ABRI. TKR, BKR, TNI, apapun namanya tetaplah pilar kokoh berdirinya bangsa ini.
Alangkah naifnya apabila dalam moment yang penting ini, rakyat Indonesia kehilangan dan melupakan memori-nya tentang sejarah. Tak berlebihan barangkali kita menundukkan kepala sejenak, mengheningkan cipta serta mendoakan para anggota ABRI dan para syuhada yang telah rela berkorban bagi kemerdekaan bangsa kita.
Berikut bincang-bincang reporter Info, El Iemawati dengan Komandan Kodim 0827 Sumenep. Letkol Infantri Ucu Sebagjo tentang ABRI dalam konteks kekinian di ruang kerja Dandim, Selasa/3/10/2006.
Selamat memperingati hari ulang tahun yang ke-61, rangkaian kegiatan apa saja yang dilakukan oleh TNI di hari jadinya tahun ini Pak ?
Terima kasih, adapun rangkaian kegiatan berupa upacara-upacara dalam memperingati hari ABRI yang jatuh pada tanggal 5 Oktober
Bisa Bapak paparkan tentang perbedaan tugas dan fungsi ABRI, rentang masa pra reformasi maupun pasca reformasi !
Kalau tugas khususnya pada masa sebelum reformasi dan sesudahnya tetap sama, yaitu bidang pertahanan dan keamanan. POLRI dan semua personil ABRI dari semua angkatan plus semua rakyat  berkewajiban untuk mempertahankan keamanan di wilayah masing-masing. Semua bertanggung jawab bersama untuk menciptakan suasana yang aman dan kondusif. dengan kerjasama yang solid maka tidak ada satu pun unsur baik dari dalam maupun luar yang akan merongrong dan memecah belah persatuan dan kesatuan.
Setelah reformasi sebetulnya perbedaannya itu tidak terlalu signifikan, sama, walaupun telah di pilah, untuk POLRI yaitu dalam bidang keamanan, untuk TNI pertahanan, namun demikian TNI terlibat juga dalam bidang keamanan, misalnya seperti contoh, kita berada di sini kan Kodim, di kewilayahan. Sudah jelas keamanan wilayah itu merupakan tanggung jawab bersama, kita sebagai aparat di wilayah kabupaten, sedangkan di desa-desa ada Babinsa-babinsa yang juga bertugas untuk memupuk rasa aman masyarakat. Tugas mereka dan aparat lainnya adalah memantau kelompok-kelompok tertentu yang mungkin tidak senang dengan kehidupan yang aman dan sejahtera di masyarakat.
Turunnya ABRI di pentas politik apakah berpengaruh terhadap ABRI sendiri ?
Untuk hal yang berkaitan dengan politik ini kan konsumsi kalangan atas, bukan kita
Tapi kan nantinya ABRI punya hak pilih kembali ?
Tahun 2009 kan rencananya itu ?  Saya tidak bisa memberikan komentar, masalahnya belum ada perintah. Kalau di TNI itu kan tunggu perintah.
Dalam era reformasi sering terjadi konflik di tubuh ABRI, itu dapat disaksikan oleh masyarakat pertikaian “perang terbuka” antar personel TNI dengan Brimob, dengan POLRI dengan AU. Apakah ini semacam penurunan “charisma” atau indikasi perpecahan ?
Bukan, itu bukan perpecahan di tubuh ABRI, itu hanya ulah segelintir oknum, yang namanya oknum ada di semua lapisan masyarakat. Anda sendiri kan bisa bertengkar dan bertikai dengan teman sejawat ? Tapi bukan institusi-nya yang bertengkar, itu hanya oknum saja, dan kebetulan yang bertikai  berbaju doreng dan punya senjata. Masyarakat melihat hal itu, koq yang menjaga keamanan yang bertikai ?  Itu kan perorangan ? Tapi kita tetap satu, yang namanya ABRI tetap satu. Pertengkaran pribadi yang kemudian membesar menjadi pertikaian kan itu hanya casuistic saja. Bukan indikasi perpecahan.

Prioritas tugas ABRI pada masa sekarang ini ?
Yang jelas tugas utama dari ABRI, dalam hal ini juga TNI angkatan darat yang pertama adalah mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari segala macam ancaman maupun rongrongan, baik yang berasal dari dalam maupun dari luar. Yang kedua adalah solid ke dalam, wawasan kebangsaan, di cintai rakyat, itu visi dan misi ABRI  pada masa sekarang ini.
Upaya apa yang dilakukan oleh ABRI agar semakin dekat dan di cintai oleh masyarakatnya ?
Kita senantiasa menunjukkan sikap yang baik dan santun kepada siapapun, bukan hanya kepada masyarakat biasa saja tetapi kepada semua aparat baik yang di tubuh ABRI sendiri maupun aparat pemerintahan yang lainnya. Artinya jangan coba-coba menyakiti hati masyarakat, kita senantiasa mengupayakan agar masyarakat simpati pada kita,
Menurut Bapak  apakah ABRI kita sudah Profesional ?
Saya rasa ini ABRI kita sudah cukup bagus, baik peralatan maupun personil, di bidang profesional ABRI kita saat ini cukup bagus, dan untuk meningkatkan profesional ini program-program kerja seperti latihan-latihan dilaksanakan secara terus menerus. Bahkan latihan-latihan semakin diintevsifkan, ini bertujuan untuk membangun SDM yang tangguh. Dan dapat disaksikan di tayangan Televisi bagaimana ABRI kita meningkatkan profesionalisme dan perannya menjaga wilayah kesatuan NKRI. Di bidang peralatan pun ABRI kita semakin canggih.
Lalu program-program yang langsung bersinggungan dengan kebutuhan masyarakat sepertinya semakin kendur ?  Kalau dulu kan ABRI manunggal dengan rakyat sangat sering dilaksanakan ?
Tetap ada, untuk tahun ini kan dilaksanakan di wilayah Sapudi. Untuk kegiatan semacam itu sudah diprogramkan tiap tahun, jadi tidak setiap saat ada. Di samping itu ada juga kegiatan karya bakti, tiap bulan dilaksanakan secara bergilir di Koramil-Koramil. Kegiatan semacam itu tetap ada  dilaksanakan, baik secara estafet maupun difokuskan.
Bagaimana upaya menghadapi gejolak sosial yang ada ? Ada anggapan yang berkembang bahwa ABRI terkesan lamban, kalau ada kejadian baru turun. Benarkah demikian ?
Anggapan semacam itu tidak benar, kita mem-back up. Back-up kepada Kepolisian, namun demikian kita juga tidak ragu-ragu untuk menjemput bola kalau memang itu kita yakini benar untuk negara RI. Contohnya adalah kita mendapatkan satu kelompok di Sumenep yang mengatasnamakan pembela kemerdekaan Republik Indonesia, di tangkap di Guluk-guluk, orang Sumenep kota, berpakaian militer loreng, baret merah, dan  lengkap dengan performance militer. Orang tersebut diinterogasi di Kodim, mempunyai dokumen lengkap. Menurut keterangannya, dia hanya menggalang, kalau ada yang akan ingin masuk menjadi anggota kelompoknya maka akan dipungut bayaran sebesar 1,5 juta. Yang lima ratus untuk administrasi, yang satu juta untuk perlengkapannya. Barangkali ini semacam kelompok tertentu yang tidak sepaham dengan pemerintah.
Penemuan semacam itu disampaikan kepada masyarakat ?
Informasi-informasi yang berkaitan dengan hal-hal semacam kasus di atas langsung disebarluaskan pada unit intel maupun tim intel TNI termasuk di Koramil-Koramil. Tim intel menyebarluaskan bahwa apabila ada kelompok ataupun orang-orang tertentu yang sekiranya bukan militer asli maupun polisi asli supaya menyampaikan dan melaporkan ke aparat. Karena kita  bersama-sama menjaga keamanan di wilayah masing-masing, kan gitu ?
Kalau melihat ABRI luar negeri, misalnya Perancis dan Amrik, tentunya rakyat Indonesia menginginkan hal yang sama, yaitu melihat kejayaan dan kebesaran ABRI. Kira-kira apakah harapan semacam itu akan terwujud ?
Ya tetap ada. Dari pimpinan tertinggi TNI misalnya, sebagai organisasi akan tetap ingin maju, nggak mungkin kan organisasi maupun lembaga ingin mundur. Sara rasa langkah-langkah ke arah sana sudah menjadi prioritas, apalagi mengingat cakupan wilayah NKRI yang demikian luas. Seperti juga harapan masyarakat, kami-kami pun mempunyai harapan yang sama. Bagaimana ke depan ABRI akan menjadi kekuatan tangguh yang akan menjaga keutuhan, keamanan, dan pertahanan  wilayah kesatuan RI.

Peran masyarakat yang bagaimana yang dibutuhkan ABRI ?
Masyarakat harusnya berkeinginan membangun kebersamaan dan menjaga kekompakan. Itu keinginan kami, kekompakan benar-benar dijaga, karena apa ? Karena sekarang ini kekompakan gampang sekali dipecah belah. Dapat kita saksikan dimana-mana ada sedikit saja perbedaan akan menjadi masalah, sedikit saja masalah maka akan terjadi pertikaian dan perpecahan. Apalagi ada moment tertentu, mungkin tidak ada masalah tetapi dibuat menjadi bermasalah.
Bagaimana dengan kesejahteraan ABRI ? Kabarnya Kapolri mengusulkan gaji cukup besar untuk polisi, bagaimana dengan TNI ? Tentunya mengingat beban tugas yang sama berat, yaitu menjaga keutuhan, pertahanan dan keamanan rakyat ?
Sampai detik ini sepertinya belum ada usulan semacam itu dari TNI, mudah-mudahan ada dan terwujud.
Kalau dikaitkan dengan 1 Oktober yaitu hari Kesaktian Pancasila, apakah ada tugas khusus untuk ABRI, mengingat bahwa generasi muda sekarang mulai kehilangan memori terhadap peristiwa-peristiwa penting kenegaraan ?
Salah satu acara penting di Televisi sekarang ini sudah tidak ditayangkan, seperti film-film G 30 S PKI, kan itu sudah hilang dari peredaran. Berarti itu kan secara perlahan mengikis memori generasi muda untuk tidak mengetahui sejarah-sejarah yang ada. Padahal sejarah sangat penting dalam proses pendewasaan berpikir generasi muda. Dengan kehilangan memori tentang sejarah maka generasi muda mulai kehilangan rasa keingintahuan dan greget  untuk menimba pada sejarah. Padahal sejarah salah satu bagian penting dalam proses pendewasaan berpikir maupun kemajuan peradaban.
Kalau kita cermati dari awal bahwa dengan belajar sejarah akan memicu dan memacu kebersamaan dan kekompakan, contoh sejarah Majapahit, Sriwijaya maupun yang lainnya akan memberikan sugesti dan suntikan pada semua rakyat, bagaimana kita menjaga keutuhan, kebersamaan maupun kekompakan.
Menurut Bapak, apa yang semestinya dilakukan agar generasi muda kembali berpaling pada sejarah ?
Harapan saya, hendaknya di lembaga-lembaga pendidikan agar pelajaran sejarah ditanamkan kembali pada anak didik, baik pada pelajaran formal maupun ekstra kurikuler. Hal ini disebabkan anak-anak kita pengetahuan sejarahnya mulai terkikis, ini dapat dibuktikan kalau ditanya tentang peristiwa sejarah perjalanan bangsa banyak sekali yang tidak tahu dan tidak mengerti. Barangkali hal ini disebabkan pengetahuan masa kini, misalnya teknologi, sains, nuklir dan sebagainya lebih ditonjolkan.
Harapan Bapak kepada masyarakat, khususnya masyarakat Sumenep ?
Yang pertama adalah agar masyarakat bersama-sama aparat untuk menjaga rasa aman, rasa nyaman di wilayah masing-masing. Dengan demikian aktivitas  sehari-hari semua anggota masyarakat melaksanakan eksistensinya secara tenang. Selanjutnya hendaknya menjaga persatuan dan kesatuan  sesuai dengan falsafah Bhinneka Tunggal Ika.



Print Friendly Version of this pagePrint Get a PDF version of this webpagePDF

0 Komentar ::

Tinggalkan Komentar Anda