Masalah kekurangan guru pengajar di sekolah-sekolah tampaknya makin menjadi persoalan mendasar yang perlu mendapat penanganan serius. Karena guru merupakan komponen yang paling vital dalam rangka mencerdaskan masyarakat, demikian dikatakan Drs. Sarbini, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kecamatan Batuputih, ketika dihubungi di ruang kerjanya.
Menurutnya, bagaimana dapat menghasilkan pendidikan maksimal bila kondisi guru dengan murid tidak seimbang? Di Batuputih saja, ujar Sarbini, rasio yang ada, perbandingan guru dan murid, antara 3 dengan 1 “Persoalan ini sangat memprihatinkan, sampai-sampai masih ada sekolah terdiri dari seorang kepala sekolah merangkap jadi guru sekaligus tukang kebun sekolah”.
Meski dalam kondisi seperti itu, pihaknya tetap berusaha membangun rasa kebersamaan, tanpa mengurangi semangat pengabdian para guru kepada masyarakat. “Konsep kebersamaan inilah yang senantiasa kami tekankan baik kepada kepala sekolah maupun guru, sebagai pemicu untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Batuputih, meski dalam keterbatasan”.
Paling tidak upaya ini dilakukan, setiap anak buahnya mengikuti pelatihan atau penataran di tingkat kabupaten maupun propinsi, segera disosialisasikan dan ditularkan kepada semua guru. :penularan tersebut dilaksanakan melalui gugus-gugus sekolah maupun langsung sebagai agenda kegiatan kecamatan. “Materi-materi pelajaran senantiasa makin berkembang dan dapat diikuti oleh guru maupun murid, karena memang paradigma pendidikan saat ini telah mengalami perubahan”, ungkap Sarbini.
Untuk mengatasi kekurangan guru pihaknya berharap agar Pemerintah Daerah turut memikirkan dan memperhatikan kondisi pendidikan, khususnya di tingkat dasar,, karena sejak Otoda pemenuhan penunjang pendidikan masih kurang dan belum memenuhi standar.
Sementara kebutuhan anak tingkat SD dan MI, seperti buku-buku paket, perpustakaan, alat-alat peraga dan prasarana olah raga atau menyangkut sarana dan prasarana gedung sangat dibutuhkan, mengingat hal tersebut menjadi tulang penyanggah pada pendidikan yang representatif.
Sarbini berharap, anggaran tahun 2003 nanti, hal tersebut dapat menjadi prioritas Pemerintah untuk mengantisipasi permasalahan yang lebih parah. “ Ibarat sebuah rumah, bila pondasi tidak mapan dan kuat, maka rumah yang dibangun diatasnya akan menjadi rapuh dan runtuh”, ujar Sarbini mengumpamakan.
(Lilik RI)
(Lilik RI)



0 Komentar ::